This website is developed by Cledwin J. Pandanga

Logo
Mengasah Ketepatan, Membangun Kepercayaan Diri: Pelatihan Basic Surgical Skill Gynecologic Laparoscopy & Office Hysteroscopy

Mengasah Ketepatan, Membangun Kepercayaan Diri: Pelatihan Basic Surgical Skill Gynecologic Laparoscopy & Office Hysteroscopy

Home
Mengasah Ketepatan, Membangun Kepercayaan Diri: Pelatihan Basic Surgical Skill Gynecologic Laparoscopy & Office Hysteroscopy

Mengasah Ketepatan, Membangun Kepercayaan Diri: Pelatihan Basic Surgical Skill Gynecologic Laparoscopy & Office Hysteroscopy

Dipublikasikan pada Agustus 2026

Mengasah Ketepatan, Membangun Kepercayaan Diri

Sesi pembelajaran menekankan pengenalan teknik histeroskopi yang aman serta kewaspadaan terhadap komplikasi prosedur

Keterampilan endoskopi ginekologi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dibangun secara bertahap oleh peserta didik PPDS Obstetri dan Ginekologi. Melalui kegiatan Basic Surgical Skill yang berfokus pada gynecologic laparoscopy dan office hysteroscopy, mahasiswa memperoleh ruang belajar yang menghubungkan pemahaman anatomi, prinsip keselamatan pasien, penggunaan instrumen, dan pengambilan keputusan klinis dalam satu rangkaian pelatihan yang terstruktur.

Fokus pada histeroskopi memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan pelayanan ginekologi modern. Peserta tidak hanya mempelajari alur prosedur dan orientasi rongga uterus, tetapi juga dilatih untuk memahami indikasi, pemilihan instrumen, pengendalian gerakan tangan, serta langkah antisipasi terhadap kondisi yang dapat muncul selama tindakan.

Belajar melalui Simulasi, Diskusi, dan Kolaborasi

Latihan orientasi instrumen dan koordinasi gerakan menggunakan simulator
Diskusi langsung membantu peserta memahami teknik dan langkah kerja secara sistematis
Keterlibatan dosen dan instruktur memperkuat proses umpan balik selama pelatihan
Kegiatan menjadi ruang kolaborasi dan penguatan jejaring pendidikan obstetri dan ginekologi

Pada sesi praktik, peserta berlatih mengendalikan instrumen, menjaga kestabilan visualisasi, dan mengembangkan koordinasi tangan secara presisi. Latihan tersebut penting karena tindakan histeroskopi menuntut kemampuan membaca orientasi anatomi secara dinamis sekaligus melakukan manipulasi instrumen dengan gerakan yang terukur.

Pendekatan demonstrasi, latihan mandiri, dan diskusi bersama instruktur memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenali kesalahan sejak dini. Setiap tahapan menjadi proses reflektif: bagaimana mempertahankan keselamatan pasien, memilih teknik yang tepat, dan merespons komplikasi secara cepat serta sistematis.

Pilar Utama Pelatihan

  • KOMPETENSI TEKNIS - Koordinasi mata-tangan, orientasi ruang, dan penguasaan instrumen.
  • KESELAMATAN PASIEN - Pemahaman indikasi, antisipasi risiko, dan pengenalan komplikasi.
  • KERJA TIM - Komunikasi, supervisi, dan umpan balik dalam lingkungan belajar kolaboratif.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa PPDS Obstetri dan Ginekologi tidak sekadar mempelajari sebuah prosedur, tetapi membangun fondasi klinis untuk memberikan pelayanan ginekologi minimal invasif yang aman, tepat, dan berorientasi pada pasien.

Berita Terkait