Basic Surgical Skill in Gynecologic Laparoscopy & Office Hysteroscopy: Meningkatkan Kompetensi Residen Obgyn dalam Bedah Minimal Invasif

Denpasar, Bali — 7–10 September 2026. Perkembangan teknologi dalam bidang obstetri dan ginekologi terus mendorong penggunaan teknik bedah minimal invasif sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi menyelenggarakan kegiatan Basic Surgical Skill in Gynecologic Laparoscopy & Office Hysteroscopy pada 7–10 September 2026 di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar, Bali.
Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi residen Obstetri dan Ginekologi untuk memperkuat pengetahuan serta keterampilan dasar dalam penerapan teknik laparoskopi ginekologi dan office hysteroscopy.
Memperkuat Keterampilan Bedah Minimal Invasif
Laparoskopi ginekologi merupakan salah satu teknik bedah minimal invasif yang memiliki berbagai aplikasi dalam pelayanan ginekologi, mulai dari diagnosis hingga tindakan operatif. Sementara itu, office hysteroscopy memungkinkan evaluasi kavum uteri secara langsung dengan pendekatan yang minimal invasif dan dapat dilakukan dalam lingkungan pelayanan rawat jalan pada kasus-kasus yang sesuai.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari prinsip dasar kedua teknik tersebut, mulai dari pemahaman instrumen, persiapan pasien, prinsip keselamatan tindakan, hingga keterampilan teknis yang diperlukan dalam prosedur laparoskopi dan histeroskopi.
Pembelajaran Teori dan Praktik
Kegiatan selama empat hari ini dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pemaparan materi, diskusi, demonstrasi, serta latihan keterampilan bedah. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis melalui sesi praktik.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek dasar gynecologic laparoscopy dan office hysteroscopy, termasuk pengenalan peralatan, teknik dasar penggunaan instrumen, prinsip ergonomi, serta aspek keselamatan pasien dalam prosedur minimal invasif.
Pendekatan pembelajaran yang bersifat hands-on diharapkan dapat membantu residen memahami prosedur secara lebih komprehensif dan membangun koordinasi antara pengetahuan klinis dengan keterampilan teknis.
Mendorong Standar Pelayanan yang Aman dan Berkualitas
Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya patient safety, ketepatan indikasi, persiapan tindakan, serta pemahaman terhadap potensi komplikasi. Penguasaan teknik bedah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melakukan prosedur, tetapi juga oleh kemampuan dokter dalam memilih pasien yang tepat, merencanakan tindakan, serta mengenali dan menangani komplikasi secara sistematis.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi yang memiliki kompetensi, ketelitian, dan kesadaran terhadap keselamatan pasien dalam memberikan pelayanan bedah minimal invasif.
Membangun Generasi Dokter Spesialis yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi kedokteran menuntut tenaga kesehatan untuk terus memperbarui kompetensinya. Kegiatan Basic Surgical Skill in Gynecologic Laparoscopy & Office Hysteroscopy menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mempersiapkan residen Obstetri dan Ginekologi agar mampu mengikuti perkembangan teknik diagnostik dan terapeutik modern.

Melalui pembelajaran yang terstruktur dan berbasis keterampilan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta selama pendidikan, tetapi juga menjadi bekal dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan yang aman, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien di masa mendatang.
Basic Surgical Skill in Gynecologic Laparoscopy & Office Hysteroscopy
- Tanggal: 7–10 September 2026
- Lokasi: Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar, Bali
- Peserta: Residen Obstetri dan Ginekologi



