Struktur Prosedur Laser Fetoskopi: Selamatkan Janin Kembar dari Risiko TTTS

Tim Kedokteran Fetomaternal (KFM) RS Ngoerah berhasil melakukan tindakan Laser Fetoskopi pada kasus kehamilan kembar identik (Monochorionic-Diamniotic) dengan usia kehamilan 20 minggu 4 hari dan diagnosis Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS) Quintero Stage III.
Kasus dengan Tingkat Kesulitan Tinggi
Kasus ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena posisi plasenta berada di dinding depan rahim (Anterior). Kondisi TTTS menyebabkan distribusi aliran darah antar janin menjadi tidak seimbang, sehingga salah satu janin memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan janin lainnya.

Tahapan Prosedur Laser Fetoskopi
Melalui teknik Laser Fetoskopi, tim medis melakukan serangkaian tindakan untuk mengatasi pembuluh darah abnormal pada plasenta dan membantu menstabilkan kondisi kedua janin.
- Pembuluh darah abnormal pada plasenta divisualisasikan menggunakan alat fetoskop.
- Dilakukan ablasi atau koagulasi laser pada 7 titik pembuluh darah yang bermasalah.
- Dilakukan pengurangan cairan ketuban (amnioreduksi) sebanyak 500 cc untuk membantu menstabilkan kondisi rahim.

Prosedur Berjalan Lancar
Prosedur berjalan dengan lancar tanpa komplikasi. Setelah tindakan, diharapkan aliran darah kedua janin dapat kembali lebih seimbang sehingga kedua janin dapat tumbuh dan berkembang secara optimal hingga masa persalinan.
Tim Dokter DPJP dan Pendamping
- Dr. dr. Irvan Adenin, Sp.OG, Subsp. KFM (RSAB Harapan Kita)
- Dr. dr. Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma, Sp.OG, Subsp. KFM, MARS, FISQua
- Dr. dr. Anak Agung Gede Putra Wiradnyana, Sp.OG, Subsp. KFM
- Dr. dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG, Subsp. KFM, MARS, FICS
- dr. Gde Bagus Rizky Kurnia, Sp.OG
Tindakan ini menjadi bagian dari upaya pelayanan Kedokteran Fetomaternal dalam menangani kondisi kehamilan berisiko tinggi dan memberikan penanganan yang tepat bagi ibu dan janin.





